Nugroho's blog.

Wednesday, November 18, 2020

Memanfaatkan Google Clasroom untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Saat ini platform-platform pembelajaran online banyak dimanfaatkan sebagai sarana kegiatan belajar mengajar. Pandemi Covid-19 tidak memungkinkan kita untuk melakuka pembelajaran tatap muka dan memaksa kita untuk melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Ada beberapa hal menguntungkan (dan merugikan) dari situasi ini. Jika pengajar menyediakan materi dalam bentuk video atau file elektronik, siswa dapat mengakses materi berulang-ulang dan dapat belajar di waktu yang cocok menurut siswa. Di sisi lain, guru harus menyiapkan materi yang memakan waktu lebih banyak dari ketika mengajar langsung di kelas.

Beberapa pengajar memanfaatkan fasilitas video conference untuk melakukan kegiatan belajar mengajar seperti Zoom, Google Meet, Big Blue Button di Moodle, atau yang lain. Dengan cara ini guru dapat mengajar seperti ketika mengajar langsung di kelas. Tentu saja hal ini tidak seratus persen dapat menggantikan tatap muka langsung di kelas. Hal-hal seperti keterbatasan ruang gerak, situasi/keadaan/suasana belajar siswa, dan gangguan sinyal dapat menyebabkan kegiatan belajar mengajar menjadi tidak maksimal.

Tentu saja kita tetap harus berusaha melakukan kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia dan berharap agar pandemi segera selesai dan dapat melakukan pembelajaran secara normal. 

Tuesday, November 10, 2020

Membuat Media Pembelajaran di Android

Berikut adalah daftar link video tutorial singkat pembuatan aplikasi Android untuk pembelajaran. Ada dua pilihan alat bantu dalam pembuatan video ini yaitu MIT App Inventor dan Kodular, silakan dipilih salah satu. 

Penjelasan tentang MIT App Inventor dan Kodular, baik  persamaan dan perbedannya dapat diakses di link ini.

Kodular.

MIT App Inventor.

Membuat Aplikasi Android Menggunakan Kodular dan MIT App Inventor

Android memiliki peluang besar untuk digunakan sebagai media pembelajaran sekolah baik SD, SMP, SMA, SMK.

Portabilitas dan sifat alaminya yang selalu diakses oleh semua orang hampir tiap saat menjadikan gagdet ini media yang sangat tepat untuk itu.

Tetapi kita kan harus belajar bahasa Java dulu untuk dapat membuat aplikasi .apk di Android. Itu dulu, sekarang tidak lagi. Banyak aplikasi IDE yang memungkinkan kita untuk membuat aplikasi android dengan mudah, beberapa diantaranya adalah MIT App Inventor dan Kodular.

Kedua aplikasi tersebut berbasis web, jadi dapat digunakan tanpa menginstall apapun di komputer. Tentu saja komputernya harus terhubung internet dan memiliki web browser seperti Chrome, Safari, Opera, atau Firefox.

Kodular dan MIT App Inventor juga membebaskan pengembang aplikasi dari rumitnya bahasa pemrograman. Alih-alih diprogram dengan kode berbasis text,  kedua aplikasi ini menggunakan puzzle untuk pemrogramannya.

Secara umum, fitur keduanya sama:
  • menggunakan drag-n-drop untuk menambah obyek (tombol, label, gambar),
  • menggunakan puzzle sebagai pengganti penulisan teks kode program,
  • menggunakan app companian untuk melihat di layar android  ampilan  aplikasi yang sedang dikembangkan secara langsung, MIT AI2 Companion dan Kodular Companion di android (dapat diunduh di PlayStore)
  • dapat diimport menjadi format .apk.
Beberapa perbedaan:
  • MIT App inventor menyediakan android emulator, sehingga tampilan aplikasi dapat langsung dilihat di komputer tanpa terhubung ke gadget android sebenarnya.
  • Kodular memiliki fitur assets yang pada beberapa skenario dapat digunakan untuk meng-embed file pdf di .apk sehingga tidak perlu menyertakan file-file pendukung secara terpisah. Hal ini sangat penting saat, misal, kita memiliki materi pembelajaran berupa file pdf.
Berikut adalah contoh pembuatan aplikasi di MIT App Inventor dan Kodular





Thursday, March 26, 2020

Convert Logitech K380 Qwerty Keyboard into Dvorak

I used to type on Dvorak layout. But, it's very difficult today to get Dvorak layout on any keyboard by default. So I have habit to disassembly all of my new device keyboard (MacBook Pro, PC, standalone keyboard).

This K380 is no exception, :)

This keyboard is using butterfly mechanism, so it's easy to disassembly it, :)


 

Tuesday, April 16, 2019

Kenapa Masih Memakai Kindle?

Bukankah sudah ada tablet? Bahkan smartphone pun banya yang layarnya lebar. Iya sih, tetapi tablet dan smartphone saat ini tidak ada yang batere-nya bertahan selama seminggu. Batere Kindle bertahan sampai dua atau tiga bulan.

Tapi kita kan gak bisa chatting di Kindle? Well, menurut saya malah bagus karena tidak ada distraksi saat membaca.


323f (5) amp (1) android (12) apple (7) arduino (18) art (1) assembler (21) astina (4) ATTiny (23) blackberry (4) camera (3) canon (2) cerita (2) computer (106) crazyness (11) debian (1) delphi (39) diary (286) flash (8) fortran (6) freebsd (6) google apps script (8) guitar (2) HTML5 (10) IFTTT (7) Instagram (7) internet (12) iOS (5) iPad (6) iPhone (5) java (1) javascript (1) keynote (2) LaTeX (6) lazarus (1) linux (29) lion (15) mac (28) macbook air (8) macbook pro (3) macOS (1) Math (3) mathematica (1) maverick (6) mazda (4) microcontroler (35) mountain lion (2) music (37) netbook (1) nugnux (6) os x (36) php (1) Physicist (29) Picture (3) programming (189) Python (109) S2 (13) software (7) Soliloquy (125) Ubuntu (5) unix (4) Video (8) wayang (3) yosemite (3)