Nugroho's blog.

Monday, January 30, 2017

Waspada. (atau bisa juga Paranoid).


(di sebuah gerai cellular)

Pak beli kartu perdana.

Buat internet apa HP?

Internet, di modem

Yang ini aja mas

(ada berbagai paket murah, bergiga-giga paket)

Ini tiap bulan harus bayar 80rb biar dapet 8 giga ini pak?

ndak mas itu cuma promo, jika nanti habis ndak usah isi ulang, beli yang baru lagi saja

oh, ndak bisa diisi ulang?

bisa, tapi kuotanya ndak sebesar itu lagi. 

Kalo gitu saya beli yang kartu biasa saja Pak.

Tapi itu kartu biasa lho mas

Iya, nggakpapa.



(karena pengin kartu yang nomornya tetap, ndilalah ada kartu dengan nomor lumayan seharga tiga ribu saja)

Ambil nomor yang ini Pak

Iya

(diambilkan)

Sebentar, saya aktifkan dulu

Eh, saya aktifkan sendiri saja.

Ndak bisa, nanti malah rusak lho 

(sambil buka segel, taruh simcard di ponselnya dan langsung mengaktifkan, tanpa tanya nama, tanpa minta nomor KTP)

Tiga ribu mas

(sambil menyerahkan kartu yang sudah diaktifkan)

Iya

(transaksi selesai)

Analisa

Kartu nggak akan saya pakai, karena bukan atas nama saya. Jelas sekali penjual mengaktifkan kartu yang baru saya beli dengan entah nama dan KTP siapa. Memang saya bebas "berbuat kejahatan" dengan kartu itu, tapi saya juga tidak akan mendapatkan promo apapun, kalaupun dapat hadiah, saya tak akan bisa meng-klaim, karena tidak terdaftar atas nama saya. Hal lain, nomor saya jelas telah diketahui dan kemungkinan besar akan dapat terror sms promosi terus menerus, :)

(cari kartu lain, :) )

Friday, January 20, 2017

Bunglon


Kinanthi: Woi..., Meg
Megatruh: Eh, halo Kin

K: Lama gak nongol ya
M: Iya nih

K: Memang situasi sedang  nggak mendukung
M: Iya nih, serba salah

K: Yup, salah ngomong sedikit, walau tak disengaja, bisa dilaporkan pakai pasal penistaan, hihihi
M: Yeah,  mulutmu harimaumu

K: Ye, ndak segitunya juga sih, kasihan harimaunya kalo diamakan dengan kita
M: Iya juga, maaf ya harimau...

K: Busyet Meg..., kamu ini
M: Lagian, akhir-akhir ini bayak kutu loncat, bunglon, laba-laba si tukang jerat dan kodok, si amfibi yang hidup di dua alam...

K: Woi, woi..., stop dah. Tadi harimau, sekarang malah nyebut yang lain, banyak pula
M: Eh? Apa Kin?

K: Jangan dengan mudah memberi cap pada seseorang seperti bunglon atau kutu loncat walau pada kenyataannya dia memang plin-plan, suka pindah-pindah, siapa tahu yang terakhir ini memang dia benar-benar....

M: Lah..., aku ndak ngomong soal politik. Cuma ingat sama hewan-hewan imut yang suka nogkrong di taman depan rumah

K: ...

Friday, November 18, 2016

Pendengar

Kinanthi: Loh, gak berangkat jumatan to Meg?
Megatruh: Ntar dulu, masih khotbah, nanti aja dekat-dekat dengan sholat.

K: Bisa ya?
M: Lha biasanya gitu

K: Lha kalo semua kayak kamu, pas jumatan bisa saja khotib khotbah sendiri tanpa ada yang mendengarkan.

Wednesday, November 16, 2016

Princess


Kinanthi: Ngapain Meg, senyum-senyum sendiri?
Megatruh: Halo, Kin

K: Heh,
M: Habis baca cerita

K: Princess and The Pea?
M: Loh?

K: Yang kamu pegang itu
M: Eh, iya

K: Kayaknya dongeng anak itu bukan cerita humor deh
M: Memang, tapi ceritanya itu lho, entah mendidik atau gimana

K: Seingatku ada pangeran yang sedang mencari istri
M: Iya, mengundang empat putri dari empat kerajaan yang berbeda

K: Trus setelah pesta, keempat putri itu tidur di tumpukan dua puluh kasur...
M: ...yang sebelumnya diselipkan sebuah kacang polong untuk masing-masing putri

K: Oh iya, dan putri-putri itu tidur nyenyak kecuali satu. Dia tidak bisa tidur karena merasa ada sesuatu yang mengganjal di kasurnya.
M: Nah, bagiku ini lucu. Karena pangeran memilih menikah dengan putri yang tak bisa tidur ini.

K: oh
M: Mungkin pesan moralnya adalah seorang putri yang baik akan dapat menemukan ketidaksempurnaan sekecil apapun.

K: hm
M: Tapi aku berpikir, ini si putri kok manja banget ya. Sudah untung dapat kasur dua puluh tumpuk. Eh gak bisa tidur gara-gara kacang polong. Seakan tidak mensyukuri sesuatu yang besar.

Friday, October 28, 2016

Kesetimbangan



Dua bulan lalu di dinding kamar mandi mulai ada beberapa serangga seperti laron tetapi berukuran kecil,  sedikit lebih besar dari nyamuk. Semakin hari semakin banyak.

Tidak bisa diusir, disemprot pakai obat nyamuk pun tidak mati. Sampai saya membakar obat nyamuk di dalam kamar mandi pagi hari sebelum ngampus. Sorenya mereka tetap berada pada tempatnya, ckckck.

Sebulan yang lalu, mereka mulai berkurang, malah agak drastis. Tanpa diapa-apakan. Awalnya penasaran, apakah memang mereka pindah tempat atau yang lain. Sudahlah, yang penting mereka berangsur-angsur hilang.

Sampai suatu malam, tengah malam, ketika kebelet pipis. Di kamar mandi sedang ada sekitar lima cicak yang sedang berpesta pora, makan si serangga tadi. :)

Sekarang jadi suka senyum kalo lihat cicak-cicak gendut malas-malasan di dinding saat mandi pagi, :)


Thursday, September 1, 2016

Motivasi.

Ndak usah dipaksa maju jika tujuannya ada dibelakang.

Wednesday, August 31, 2016

Dalai Lama's Quote.

If you think you are too small to make a difference, try sleeping with a mosquito.

323f (5) amp (1) android (12) apple (7) arduino (18) art (1) assembler (21) astina (4) ATTiny (23) blackberry (4) camera (3) canon (2) cerita (2) computer (106) crazyness (11) debian (1) delphi (39) diary (286) flash (8) fortran (6) freebsd (6) google apps script (8) guitar (2) HTML5 (10) IFTTT (7) Instagram (7) internet (12) iOS (5) iPad (6) iPhone (5) java (1) javascript (1) keynote (2) LaTeX (6) lazarus (1) linux (29) lion (15) mac (28) macbook air (8) macbook pro (3) macOS (1) Math (3) mathematica (1) maverick (6) mazda (4) microcontroler (35) mountain lion (2) music (37) netbook (1) nugnux (6) os x (36) php (1) Physicist (29) Picture (3) programming (189) Python (109) S2 (13) software (7) Soliloquy (125) Ubuntu (5) unix (4) Video (8) wayang (3) yosemite (3)